Hitung Jenis
Leukosit (Diferential Count)
Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit yang ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit.
Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit yang ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit.
Hasil pemeriksaan
ini dapat menggambarkan secara spesifik kejadian dan proses penyakit dalam
tubuh, terutama penyakit infeksi. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu
neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit. Salah satu jenis leukosit
yang cukup besar, yaitu 2x besarnya eritrosit (se! darah merah), dan mampu
bergerak aktif dalam pembuluh darah maupun di luar pembuluh darah. Neutrofil
paling cepat bereaksi terhadap radang dan luka dibanding leukosit yang lain dan
merupakan pertahanan selama fase infeksi akut.
Peningkatan
jumlah neutrofil biasanya pada kasus infeksi akut, radang, kerusakan jaringan,
apendiksitis akut (radang usus buntu), dan Iain-Iain.
Penurunan
jumlah neutrofil terdapat pada infeksi virus, leukemia, anemia defisiensi besi,
dan Iain-Iain.
EOSINOFIL
Eosinofil
merupakan salah satu jenis leukosit yang terlibatdalam alergi dan infeksi
(terutama parasit) dalam tubuh, dan jumlahnya 1 – 2% dari seluruh jumlah
leukosit. Nilai normal dalam tubuh: 1 – 4%
Peningkatan
eosinofil terdapat pada kejadian alergi, infeksi parasit, kankertulang, otak,
testis, dan ovarium. Penurunan eosinofil terdapat pada kejadian
shock, stres, dan luka bakar.
BASOFIL
Basofil
adalah salah satu jenis leukosit yang jumlahnya 0,5 -1% dari seluruh jumlah
leukosit, dan terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang seperti asma, alergi
kulit, dan lain-lain.Nilai normal dalam tubuh: o -1%
Peningkatan
basofil terdapat pada proses inflamasi(radang), leukemia, dan fase penyembuhan
infeksi.
Penurunan
basofil terjadi pada penderita stres, reaksi hipersensitivitas (alergi), dan
kehamilan
LIMPOSIT
Salah satu
leukosit yang berperan dalam proses kekebalan dan pembentukan antibodi. Nilai
normal: 20 – 35% dari seluruh leukosit.
Peningkatan
limposit terdapat pada leukemia limpositik, infeksi virus, infeksi kronik, dan
Iain-Iain.
Penurunan
limposit terjadi pada penderita kanker, anemia aplastik, gagal ginjal, dan
Iain-Iain.
MONOSIT
Monosit
merupakan salah satu leukosit yang berinti besar dengan ukuran 2x lebih besar
dari eritrosit sel darah merah), terbesar dalam sirkulasi darah dan diproduksi
di jaringan limpatik. Nilai normal dalam tubuh: 2 – 8% dari jumlah seluruh
leukosit.
Peningkatan
monosit terdapat pada infeksi virus,parasit (misalnya cacing), kanker, dan
Iain-Iain.
Penurunan
monosit terdapat pada leukemia limposit dan anemia aplastik.
ERITROSIT
Sel darah
merah atau eritrosit berasal dari Bahasa Yunani yaitu erythros berarti merah
dan kytos yang berarti selubung. Eritrosit adalah jenis se) darah yang paling
banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah aktif
selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. Pada orang yang tinggal di
dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen rendah maka cenderung memiliki sel
darah merah lebih banyak.
Nilai normal
eritrosit :
|
Pria
|
4,6 – 6,2
jt/mm3
|
|
Wanita
|
4,2 – 5,4
jt/mm3
|
MASA
PERDARAHAN
Pemeriksaan
masa perdarahan ini ditujukan pada kadar trombosit, dilakukan dengan adanya
indikasi (tanda-tanda) riwayat mudahnya perdarahan dalam keiuarga.
Nilai normal
:
|
dengan
Metode Ivy
|
3-7 menit
|
|
dengan
Metode Duke
|
1-3 menit
|
Waktu
perdarahan memanjang terjadi pada penderita trombositopeni (rendahnya kadar
trombosit hingga 50.000 mg/dl), ketidaknormalan fungsi trombosit,
ketidaknormalan pembuluh darah, penyakit hati tingkat berat, anemia aplastik,
kekurangan faktor pembekuan darah, dan leukemia. Selain itu perpanjangan waktu
perdarahan juga dapat disebabkan oleh obat misalnya salisilat (obat kulit untuk
anti jamur), obat antikoagulan warfarin (anti penggumpalan darah), dextran, dan
Iain-Iain.
Masa
Pembekuan
Merupakan
pemeriksaan untuk melihat berapa lama diperlukan waktu untuk proses pembekuan
darah. Hal ini untuk memonitor penggunaan antikoagulan oral (obat-obatan anti
pembekuan darah). Jika masa pembekuan >2,5 kali nilai normal, maka potensial
terjadi perdarahan.Normalnya darah membeku dalam 4 – 8 menit (Metode Lee
White).
Penurunan masa pembekuan terjadi pada penyakit infark miokard (serangan jantung), emboli pulmonal (penyakit paru-paru), penggunaan pil KB, vitamin K, digitalis (obat jantung), diuretik (obat yang berfungsi mengeluarkan air, misal jika ada pembengkakan).
Perpanjangan masa pembekuan terjadi pada penderita penyakit hati, kekurangan faktor pembekuan darah, leukemia, gagal jantung kongestif.
Penurunan masa pembekuan terjadi pada penyakit infark miokard (serangan jantung), emboli pulmonal (penyakit paru-paru), penggunaan pil KB, vitamin K, digitalis (obat jantung), diuretik (obat yang berfungsi mengeluarkan air, misal jika ada pembengkakan).
Perpanjangan masa pembekuan terjadi pada penderita penyakit hati, kekurangan faktor pembekuan darah, leukemia, gagal jantung kongestif.
LAJU ENDAP
DARAH (LED)
LED untuk
mengukur kecepatan endap eritrosit (sel darah merah) dan menggambarkan
komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit (sel darah merah) dan
plasma. LED dapat digunakan sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi,
perjalanan penyakit, terutama pada penyakit kronis seperti Arthritis Rheumatoid
(rematik), dan TBC.
Peningkatan
LED terjadi pada infeksi akut lokal atau sistemik (menyeluruh), trauma,
kehamilan trimester II dan III, infeksi kronis, kanker, operasi, luka bakar.Penurunan
LED terjadi pada gagal jantung kongestif, anemia sel sabit, kekurangan faktor
pembekuan, dan angina pektoris (serangan jantung).Selain itu penurunan LED juga
dapat disebabkan oleh penggunaan obat seperti aspirin, kortison, quinine,
etambutol.
G6PD (GLUKOSA
6 PHOSFAT DEHIDROGENASE)
Merupakan
pemeriksaan sejenis enzim dalam sel darah merah untuk melihat kerentanan
seseorang terhadap anemia hemolitika. Kekurangan G6PD merupakan kelainan
genetik terkait gen X yang dibawa kromosom wanita. Nilai normal dalam darah
yaitu G6PD negatif
Penurunan G6PD terdapat pada anemia hemolitik, infeksi bakteri, infeksi virus, diabetes asidosis.
Peningkatan G6PD dapat juga terjadi karena obat-obatan seperti aspirin, asam askorbat (vitamin C) vitamin K, asetanilid.
Penurunan G6PD terdapat pada anemia hemolitik, infeksi bakteri, infeksi virus, diabetes asidosis.
Peningkatan G6PD dapat juga terjadi karena obat-obatan seperti aspirin, asam askorbat (vitamin C) vitamin K, asetanilid.
BMP (BONE
MARROW PUNCTION)
Pemeriksaan
mikroskopis sumsum tulang untuk menilai sifat dan aktivitas hemopoetiknya
(pembentukan sel darah). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penderita yang
dicurigai menderita leukemia.
Nilai normal rasio M-E (myeloid-eritrosit) atau perbandingan antara leukosit berinti dengan eritrosit berinti yaitu 3 :1 atau 4 :1
Nilai normal rasio M-E (myeloid-eritrosit) atau perbandingan antara leukosit berinti dengan eritrosit berinti yaitu 3 :1 atau 4 :1
HEMOSIDERIN/FERITIN
Hemosiderin
adalah cadangan zat besi dalam tubuh yang diperlukan untuk pembentukan
hemoglobin. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya kekurangan
zat besi dalam tubuh yang mengarah ke risiko menderita anemia.
PEMERIKSAAN
ALKOHOL DALAM PLASMA
Pemeriksaan
untuk mendeteksi adanya intoksikasi alkohol (keracunan alkohol) dan dilakukan
untuk kepentingan medis dan hukum. Peningkatan alkohol darah melebihi 100
mg/dl tergolong dalam intoksikasi alkohol sedang berat dan dapat terjadi pada
peminum alkohol kronis, sirosis hati, malnutrisi, kekurangan asam folat,
pankreatitis akut (radang pankreas), gastritis (radang lambung), dan
hipo-glikemia (rendahnya kadar gula dalam darah).
PEMERIKSAAN
TOLERANSI LAKTOSA
Laktosa
adalah gula sakarida yang banyak ditemukan dalam produk susu dan olahannya.
Laktosa oleh enzim usus akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa.
Penumpukan laktosa dalam usus dapat terjadi karena kekurangan enzim laktase,
sehingga menimbulkan diare, kejang abdomen (kejang perut), dan flatus (kentut)
terus-menerus, hal ini disebut intoleransi laktosa. dalam jumlah besar
kemudian diperiksa kadar gula darah . Apabila nilai glukosa darah sewaktu
>20 mg/dl dari nilai gula darah puasa berarti laktosa diubah menjadi glukosa
atau toleransi laktosa, dan apabila glukosa sewaktu <20 mg/dl dari kadar
gula darah puasa, berarti terjadi intoleransi glukosa. Sebaiknya menghindari
konsumsi produk susu. Hal ini dapat diatasi dengan sedikit demi sedikit
membiasakan konsumsi produk susu.
Nilai normal
:
|
dalam
plasma
|
< 0,5
mg/dl
|
|
dalam urin
|
12-40
mg/dl
|
LDH (LAKTAT DEHIDROGENASE)
Merupakan
salah satu enzim yang melepas hidrogen, dan tersebar luas pada jaringan
terutama ginjal, rangka, hati, dan otot jantung.
Peningkatan
LDH menandakan adanya kerusakan jaringan. LDH akan meningkat sampai puncaknya
24-48 jam setelah infark miokard (serangan jantung) dan tetap normal 1-3
minggu kemudian. Nilai normal: 80 – 240 U/L
SGoT (Serum
Glutamik Oksoloasetik
Transaminase)
Transaminase)
Merupakan
enzim transaminase, yang berada pada serum dan jaringan terutama hati dan
jantung. Pelepasan SGOT yang tinggi dalam serum menunjukkan adanya kerusakan
pada jaringan jantung dan hati.
Nilai normal
:
|
Pria
|
s.d.37 U/L
|
|
Wanita
|
s.d. 31
U/L
|
Pemeriksan
ini bertujuan untuk mendeteksi adanya intoleransi laktosa dengan cara memberi
minum laktosa
Peningkatan SGOT <3x normal = terjadi karena radang otot jantung, sirosis hepatis, infark paru, dan Iain-lain.
Peningkatan SGOT 3-5X normal = terjadi karena sumbatan saluran empedu, gagal jantung kongestif, tumor hati, dan Iain-lain.
Peningkatan SGOT >5x normal = kerusakan sei-sel hati, infark miokard (serangan jantung), pankreatitis akut (radang pankreas), dan Iain-lain.
Peningkatan SGOT <3x normal = terjadi karena radang otot jantung, sirosis hepatis, infark paru, dan Iain-lain.
Peningkatan SGOT 3-5X normal = terjadi karena sumbatan saluran empedu, gagal jantung kongestif, tumor hati, dan Iain-lain.
Peningkatan SGOT >5x normal = kerusakan sei-sel hati, infark miokard (serangan jantung), pankreatitis akut (radang pankreas), dan Iain-lain.
SGPT (Serum
Glutamik Pyruvik Transaminase)
Merupakan
enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh
terutama hati. Peningkatan dalam serum darah menunjukkan adanya trauma
atau kerusakan hati.
Nilai normal
:
|
Pria
|
sampai
dengan 42 U/L
|
|
Wanita
|
sampai
dengan 32 U/L
|
Peningkatan
>20x normal terjadi pada hepatitis virus, hepatitis toksis.
Peningkatan 3 – 10x normal terjadi pada infeksi mond nuklear, hepatitis kronik aktif, infark miokard (serangan jantung).
Peningkatan 1 – 3X normal terjadi pada pankreatitis, sirosis empedu.
Peningkatan 3 – 10x normal terjadi pada infeksi mond nuklear, hepatitis kronik aktif, infark miokard (serangan jantung).
Peningkatan 1 – 3X normal terjadi pada pankreatitis, sirosis empedu.
ASAM URAT
Asam urat
merupakan produk akhir metabolisme purin (bagian penting dari asam nukleat pada
DNA dan RNA).Purin terdapat dalam makanan antara lain: daging,
jeroan, kacang-kacangan, ragi, melinjo dan hasil olahannya.
Pergantian purin dalam tubuh berlangsung terus-menerus dan menghasilkan banyak
asam urat walaupun tidak ada input makanan yang mengandung asam urat.
Asam urat
sebagian besar diproduksi di hati dan diangkut ke ginjal. Asupan purin normal
melalui makanan akan menghasilkan 0,5 -1 gr/hari. Peningkatan asam urat dalam
serum dan urin bergantung pada fungsi ginjal, metabolisme purin, serta asupan
dari makanan. Asam urat dalam urin akan membentuk kristal/batu dalam saluran
kencing. Beberapa individu dengan kadar asam urat >8mg/dl sudah ada keluhan
dan memerlukan pengobatan.
Nilai normal :
Nilai normal :
|
Pria
|
3,4 – 8,5
mg/dl (darah)
|
|
Wanita
|
2,8 – 7,3
mg/dl (darah)
|
|
Anak
|
2,5 – 5,5
mg/dl (darah)
|
|
Lansia
|
3,5 – 8,5
mg/dl (darah)
|
|
Dewasa
|
250 – 750
mg/24 jam (urin)
|
Peningkatan
kadar asam urat terjadi pada alkoholik, leukemia, penyebaran kanker, diabetes
mellitus berat, gagal ginjal, gagal jantung kongestif, keracunan timah hitam,
malnutrisi, latihan yang berat. Selain itu juga dapat disebabkan oleh
obat-obatan misalnya asetaminofen, vitamin C,aspirin jangka panjang,diuretik.
Penurunan
asam urat terjadi pada anemia kekurangan asam folat, luka bakar, kehamilan, dan
Iain-Iain. Obat-obat yang dapat menurunkan asam urat adalah allopurinol,
probenesid, dan Iain-Iain.
Kreatinin
Kreatinin
Merupakan
produk akhir metabolisme kreatin otot dan kreatin fosfat (protein) diproduksi
dalam hati. Ditemukan dalam otot rangka dan darah, dibuang melalui urin.
Peningkatan dalam serum tidak dipengaruhi oleh asupan makanan dan cairan.
Nilai normal
dalam darah :
|
Pria
|
0,6 – 1,3
mg/dl
|
|
Wanita
|
0,5 – 0,9
mg/dl
|
|
Anak
|
0,4 -1,2
mg/dl
|
|
Bayi
|
0,7 -1,7
mg/dl
|
|
Bayi baru
lahir
|
0,8 -1,4
mg/dl
|
Peningkatan
kreatinin dalam darah menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal dan penyusutan
massa otot rangka. Hal ini dapat terjadi pada penderita gagal ginjal, kanker,
konsumsi daging sapi tinggi, serangan jantung. Obat-obatan yang dapat
meningkatkan kadar kreatinin nyaitu vitamin C, antibiotik golongan
sefalosporin,aminoglikosid, dan Iain-Iain.
BUN (BLOOD UREA NITROGEN)
BUN adalah
produk akhir dari metabolisme protein, dibuat oleh hati. Pada orang normal,
ureum dikeluarkan melalui urin.
Nilai normal :
Nilai normal :
|
Dewasa
|
5-25 mg/dl
|
|
Anak
|
5-20 mg/dl
|
|
Bayi
|
5-15 mg/dl
|
Rasio
nitrogen urea dan kreatinin = 12 :1 – 20 :1
Pemeriksaan
Trigliserida
Merupakan
senyawa asam lemak yang diproduksi dari karbohidrat dan disimpan dalam bentuk
lemak hewani. Trigliserida ini merupakan penyebab utama penyakit
penyumbatan arteri dibanding kolesterol.
Nilai normal
:
|
Bayi
|
5-4o mg/dl
|
|
Anak
|
10-135
mg/dl
|
|
Dewasa
muda
|
s/dl50
mg/dl
|
|
Tua
(>50 tahun)
|
s/d 190
mg/dl
|
Penurunan
kadartrigliserid serum dapatterjadi karena malnutrisi protein, kongenital
(kelainan sejak lahir). Obat-obatan yang dapat menurunkan trigliserida yaitu
asam askorbat (vitamin C), metformin (obata anti diabetik oral).
Peningkatan
kadar trigliserida terjadi pada hipertensi (penyakit darah tinggi), sumbatan
pembuluh darah otak,diabetes mellitus tak terkontrol, diet tinggi karbohidrat,
kehamilan. Dari golongan obat, yang dapat meningkatkan trigliserida yakni pil
KB terutama estrogen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar